Setiap manusia selalu memiliki masalah,mulai dari akar, jenis hingga alternatif-alternatif solusinya, mungkin hanya mayat atau orang gila saja yang tidak punya masalah.
Coba kita lihat, kita amati wajah-wajah manusia sekarang yang sepertinya mudah terlecut amarah dan agresif, mudah tersinggung, membenci satu sama lainnya. Ada yang membenci dirinya sendiri, membenci teman, saudara bahkan ada pula yang sampai membenci Tuhan.
Tidak ada manusia yang 100% terbebas dari problematika kehidupan, setiap dari kita memikul beban sekaligus tantangan hidup masing-masing, yang miskin dihimpit dengan biaya-biaya hidup yang kian menjulang, yang kaya ditindih keresahan oleh pelbagai kecurigaan dan ketakutan bilamana hartanya menjadi sasaran kejahatan maupun kekerasan.
Seorang anak menatap kosong langit-langit kamar dan sesekali berbicara dengan kekosongan menunggu kehadiran orangtuanya yang tak kunjung pulang karena dipenjara segudang kesibukan pekerjaan yang memasung batas kasih sayang orang tua dan anak.
Tidak saja di sini, di Jepang sekalipun setiap individu menghadapi tantangan serupa, banyak masyarakatnya melakukan harakiri karena tak kuasa menahan laju depresi. Masyarakat Afrika berjuang melawan ganasnya virus HIV yang kian merajalela serta kemiskinan yang tak kunjung usai.
Bila kita pahami lebih dalam, persoalan hidup bisa menjadi beban berat yang membelit laju langkah kita, membayangi dan memasung senyum bahagia seseorang, namun masalah juga bisa menjadi selayaknya sahabat terbaik kita, ia memberikan kita cerminan-cerminan siapa sejatinya diri kita. Seberapa kuat serta tegar kita menghadapi kekecewaan takkala kita ditinggal pergi atau dikhianati orang yang kita sayangi, seberapa tangguh dan sabar ketika kebencian mulai menyerang kekuatan cinta kasih dst.
Hati dan jiwa yang tenang menghasilkan pengendalian diri yang luarbiasa, untuk meredam jeritan perihnya hati.
Sekuat tenaga untuk menutup amarah, setangguh mungkin untuk menerima dan menyadari bahwa kenyataan tidak selalu seperti yang kita bayangkan.
Kita semua terlahir karena kita kuat, kita hebat, seperti ketika ratusan juta sperma berlomba mencapai rumah rahim, dan pada akhirnya, hanya satu yang berhasil melewati tantangan itu, yaitu kita!!.
Masalah menghadiahkan kita beberapa perlengkapan hidup dalam bertahan menghadapi berbagai kesulitan mengukur sejauh mana kita mampu berjalan, atau bangkit kembali ketika terjatuh.
Mengutip kalimat Dranath Tagore dalam buku The Heart of God, ia mengatakan " let this be my last word, that I trust in you, love and faith ", keyakinan dan cinta kasih dalam menghadapi segala hal adalah kendaraan terbaik dalam menyusuri kesulitan kehidupan.
Berhentilah meneriaki setiap kesulitan yang datang, ia datang membawa bermacam hadiah terbaik untuk jiwa yang tangguh dan indah.
Selasa, 16 Oktober 2012
Siapakah saya ??
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar